RSS

Jabon (Antocephalus cadamba) sebagai Alternatif Pendukung Ekonomi Masyarakat Pesisir

23 Mei

Jabon (Antocephalus cadamba) merupakan salah satu jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat dan dapat tumbuh subur di hutan tropis dengan ekologi tumbuh pada: Ketinggian (0 – 1200 dpl), Curah hujan (1250 – 3000 m/th), Perkiraan suhu (10 °C – 40 °C), Kondisi tanah dengan PH (4,5 – 7,5). Jabon memiliki beberapa keunggulan di bandingkan dengan tanaman kayu rimba lainnya. Selain daya tumbuhnya yang sangat cepat, tingkat kelurusannya juga tinggi, berbatang silinder dan cabang yang ada pada masa pertumbuhan akan rontok dengan sendirinya ketika pohon meninggi. Sifat ini menguntungkan karena tidak memerlukan pemangkasan. Kayunya berwarna putih agak kekuningan tanpa terlihat serat sangat baik dipergunakan untuk pembuatan kayu lapis (playwood), mebeler, bahan bangunan non kontruksi, maupun kayu gergajian, tanaman Jabon menpunyai usai optimal berkisar 12 tahun tetapi pada usia 6 – 8 tahun sudah dapat di tebang (Ǿ 30 up), sehingga dalam pemasaran kayu jabon sama sekali tidak mengalami kesulitan, bahkan kami telah melakukan kerjasama dengan industri kayu lapis yang siap untuk membeli setiap saat dalam jumlah yang tidak terbatas.

Budidaya tanaman Jabon akan memberikan keuntungan yang sangat menggiurkan apabila dikerjakan secara serius dan benar, dari hasil perhitungan yang telah dilakukan pada tanaman Jabon setelah dipanen pada usia 8-10 tahun dengan asumsi harga terendah dan batang sedang, pada setiap batang Jabon diperoleh kayu yang bisa dijual sebanyak 1,5 kubik, sedangkan harga perkubik saat ini Rp 1.000.000,- Jadi harga 1 batang pohon Jabon usia 8-10 tahun minimal seharga Rp 1.500.000,-. Harga ini diprediksi akan mengalami kenaikan seiring dengan tingkat kebutuhan/permintaan yang tinggi, sedangkan penyediaan kayunya semakin terbatas. Dalam 1 ha lahan tanaman Jabon dapat ditanam sebanyak 2500 batang dengan jarak 2×3 meter. Pohon Jabon yang telah ditebang, batang/tonggak yang tersisa akan tumbuh tunas baru sebagai mana lazimnya tanaman, sehingga apabila dipelihara dengan baik setelah usia 6-7 tahun dapat dipanen kembali. Selain nilai ekonomi tersebut diatas, ada manfaat lain diantaranya:

  1. Kayu Jabon digunakan untuk korek api, slet (pinsil), sumpit sebab kayu Jabon ringan, serat lebih halus sehingga mudah pengerjaan sewaktu diolah menggunakan mesin atau sewaktu masuk ke mesin pengolahan.
  2. Kayu Jabon juga dapat digunakan sebagai peti pembungkus atau peti kemas selain mempunyai daya tahan gesek, daya tahan pukul dan cukup ringan biasanya digunakan sebagai packing box sebelum barang yang dikemas atau dimasukkan ke dalam container sewaktu pengiriman barang sebelum dikirim terlebih dahulu di sterilkan (Fumigation) dan kayu Jabon tahan terhadap serangan jamur perusak.
  3. Kayu Jabon juga dapat digunakan sebagai bahan kerajinan tangan berupa hiasan atau mainan karena mempunyai sifat kayu yang lunak serat lebih halus sehingga mudah dalam pengerjaaanya.
  4. Kayu Jabon juga dapat digunakan sebagai bahan baku kertas (pulp) dikarenakan mempunyai kandungan selulosa (serat) yang cukup tinggi.

Melihat deskripsi tersebut di atas maka Jabon dapat direkomendasikan sebagai alternatif pendukung ekonomi masyarakat pesisir, yang mungkin pohon ini belum banyak dikelola secara optimal.

*****

Teguh Saksana, Praktisi Pohon Jabon Kabupaten Kulon Progo. (Sumber: Dikdik Sodikin. Tree Grower Community IPB, 19 March 2010)

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 23, 2012 in Kab. Kulon Progo

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: