RSS

“Sang Mangrover”

30 Jul

Kulon Progo, Juli 2012. Hutan mangrove mengandung sumber daya alam yang sangat melimpah, baik dari segi ekonomi maupun fungsi ekologinya. Hutan mangrove mempunyai peranan yang sangat penting, diantaranya sebagai pencegah abrasi, mengurangi kekuatan gelombang tsunami, pencegah intrusi air laut serta merupakan tempat perkembangbiakkan flora dan fauna yang memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti udang dan kepiting. Dengan demikian, hutan mangrove seharusnya selalu dijaga kelestariannya. Akan tetapi, pada kenyataannya hutan mangrove mengalami banyak kerusakan yang semakin memprihatinkan dari tahun ke tahun. Indonesia yang memiliki area hutan mangrove terluas di dunia pun tidak lepas dari permasalahan ini. Banyak masyarakat di Indonesia yang belum mengetahui arti pentingnya mangrove bagi kehidupan. Kini, kurang lebih 70 % hutan mangrove yang merupakan pelindung pesisir (greenbelt) Indonesia telah mengalami kerusakan yang signifikan. Kerusakan ini terjadi tidak hanya karena faktor alam, tetapi lebih didominasi oleh ulah manusia, seperti pembukaan lahan mangrove sebagai tambak dan penebangan liar yang digunakan sebagai kayu bakar dan arang. Padahal, keuntungan yang bersifat sementara ini kelak akan menimbulkan konsekuensi kerugian ekonomi yang jauh lebih besar.

Meskipun hutan mangrove di Pantai Selatan Jawa, khususnya di Kab. Kulon Progo tidak sebanyak dibandingkan dengan hutan mangrove di Pantura Jawa. Pengelolaan hutan mangrove sangat dibutuhkan untuk mempertahankan keutuhan dari ekosistem mangrove. Rehabilitasi kawasan hutan mangrove yang telah rusak serta melakukan perbaikan kualitas suatu kawasan pesisir dapat dilakukan dengan jalan menanam vegetasi mangrove di kawasan tersebut. Sikap sadar akan pentingnya hutan mangrove sangatlah perlu ditanamkan sejak dini. Upaya restorasi kondisi lingkungan, termasuk hutan mangrove, yang telah mengalami kerusakan yang parah merupakan hal yang sangat sulit karena membutuhkan tenaga, waktu, dan dana yang tidak sedikit, serta diperlukan adanya keberlanjutan (sustainability) program. Melihat kondisi hutan mangrove yang seperti itu, Farizal mahasiswa semester 4 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mempunyai inisiatif untuk menciptakan lagu yang bertemakan lingkungan untuk mengenalkan mangrove lewat lagu agar mampu menginspirasi banyak orang untuk melestarikan hutan mangrove. Dengan demikian, diharapkan penduduk di sekitar pesisir akan mempunyai kesadaran dan keinginan untuk tetap mempertahankan kelestarian hutan mangrove.

Lirik Lagu “Sang Mangrover” :

Cobalah kawanku kau pandang pantai kita ini

Lihatlah yang terjadi hamparan pasir terkikis sang ombak… oo..oo..oo..

Cobalah kawanku kau dengar tangisan karang

Apakah memang ini yang harus terjadi

Janganlah kita hanya berdiam diri

Buktikkan tunjukkan bahwaaa… oo..oo..oo..

Reff…

Akulah sang mangrover

Siap berdiri melawan ganasnya gelombang ombak yang slalu hancurkan

Akulah sang mangrover

Hantam panasnya mentari di sini ku tanam benih-benih kehidupan

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 30, 2012 in Kab. Kulon Progo

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: