RSS

Selamatkan Penyu…!!

13 Agu

Kabupaten Kulon Progo memiliki luas wilayah 58.627,512 ha (568,28 km²) yang terdiri dari 12 Kecamatan, 88 Desa dan 930 Pedukuhan. Dari keduabelas Kecamatan tersebut, empat diantaranya merupakan Kecamatan Pesisir yaitu Kecamatan Galur, Panjatan, Wates dan Temon. Kesemuanya merupakan dataran rendah dengan ketinggian 0 sampai dengan 110 m dari permukaan air laut. Dari keempat Kecamatan ini, beberapa pantai mempunyai titik tempat pendaratan penyu bertelur. Diantaranya adalah Pantai Trisik dan Bugel di Kecamatan Galur serta Pantai Jangkaran di Kecamatan Temon. Dalam rangka upaya perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan biota penyu hijau. Ke depan, keberadaan penyu dan terus berkembangnya kegiatan pelestarian konservasi penyu diharapkan dapat menjadi satu pemicu pengembangan kelautan dan perikanan di wilayah Pantai Trisik, Banaran.

Kawasan konservasi bertujuan sebagai perlindungan kawasan Pantai Trisik bagi konservasi jenis penyu, melestarikan fungsi ekologis, fisik, ekonomi Pantai Trisik secara alami bagi pendukung kehidupan masyarakat sekitar dan membentuk kawasan konservasi perairan di Kabupaten Kulon Progo. Setidaknya terdapat tiga poin penting Trisik menjadi kawasan konservasi yaitu :

  1. Kawasan Trisik, Banaran merupakan lokasi pendaratan penyu hijau (Chelonia mydas) yang merupakan salah satu spesies yang dilindungi dengan dasar hukum : UU NO 5 TAHUN 1990.
  2. Panjang pantai 6 km, luas area yang akan dilindungi 2,5 km.
  3. Kelembagaan sudah terbentuk dan sarana prasarana (tempat penetasan, pemeliharaan dan instalasi listrik sudah tersedia untuk penetasan penyu hijau).

Seperti diketahui, penyu merupakan binatang langka yang harus kita lindungi. Berawal dari ditemukannya tempat pengeraman penyu di Pantai Trisik, masyarakat pesisir Trisik tergerak untuk melakukan pelestarian penyu ini. Akhirnya, dalam rangka usaha perlindungan dan pelestarian penyu, dibentuklah Kelompok Konservasi Penyu Abadi Trisik (KKPAT), kelompok ini bersifat non profit. Sekretariat kelompok berada di Dusun Trisik, Desa Banaran, Kecamatan Galur. Dalam keseharian pelaksanaan kegiatan konservasi, kelompok ini mempunyai aset barang yang antara lain adalah bangunan dengan tiga kolam penetasan @ 3×6 m; pompa air dan lapangan penetasan 3×6 m.

Selama beberapa tahun terakhir, kualitas dan kuantitas kelompok dalam usaha pelestarian penyu menunjukkan hasil yang baik. Tahun 2004 merupakan awal usaha pelestarian kami dimana ditemukan 110 telur penyu hijau yang berhasil kami tetaskan sebanyak 89 ekor. Kemampuan kelompok terus meningkat sehingga terjadi peningkatan jumlah telur penyu yang ditemukan hingga pada tahun 2008 tercatat 1.352 butir yang ditemukan dan berhasil dilepaskan 1.187 ekor tukik ke laut. Hal ini menunjukkan bahwa penyu “kerasan” dan merasa nyaman bertelur di Pantai Trisik. Dengan kata lain, kami berhasil dalam usaha melestarikan penyu di Trisik ini. Walau demikian, penurunan jumlah penyu menetas terjadi pada tahun 2010 dan 2011.  Satu sebab yang belum dimengerti kelompok karena kondisi lahan pasir relatif lebih baik dengan adanya penanaman cemara udang. Perkiraan awal, kondisi ini disebabkan cuaca buruk pada tahun tersebut. Sampai data terakhir di bulan Agustus 2011, total tukik yang sudah dilepaskan adalah 4.907 ekor. Grafik perkembangan Konservasi penyu yang menunjukkan jumlah ditemukannya telur penyu dan jumlah pelepasan tukik disajikan pada Grafik dibawah ini.

 

Grafik Perkembangan Konservasi Penyu di Trisik

Perkembangan positif ini didukung pula dengan baiknya keadaan lingkungan yang terlihat dari vegetasi pantai di Trisik. Jenis vegetasi pantai yang ada disini adalah cemara udang, pandanus dan nypa. Keberadaan KKPAT dan kerindangan cemara udang mampu menarik wisatawan berkunjung ke Trisik. Dalam rencana ke depan, KKPAT melihat bukan hanya dari sudut pandang penyu atau konservasi sumber daya laut saja, tetapi lebih kepada keterkaitan dan konektivitas saling mendukung dari berbagai aspek di Pantai Trisik, Banaran. Kami berharap bahwa pada sektor perekonomian dan kepariwisataan akan tetap berkembang seiring dengan perkembangan pola konservasi Go Green.

Sampai saat ini, Trisik mampu mengkombinasikan berbagai kepentingan ini dan saling mendukung demi kemajuan daerah pesisir. Di masa yang akan datang, pola ini akan terus dikembangkan dengan melibatkan partisipasi lokal dalam pelaksanaanya. Kebersamaan ini merupakan modal bagi terciptanya kawasan konservasi dalam upaya pelestarian penyu dan habitatnya tanpa menghilangkan potensi sumberdaya laut yang lain. Perlu adanya dukungan dari pihak-pihak terkait baik Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten, Masyarakat dan Swasta untuk keberhasilan konservasi penyu ini.

 

 

 

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 13, 2012 in Kab. Kulon Progo

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: