RSS

“Si Tangguh Kulon Progo” 3 Bulan Pasca PDPT Tahun 2012

21 Mar

Kulon Progo, Rabu – 20130320; 10:55 WIB

Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT) merupakan sebuah program yang lahir untuk merespon kompleksitas persoalan kawasan pesisir terutama masyarakat yang hidup di dalamnya. Seperti kita ketahui bersama bahwa desa pesisir memiliki kerentanan ekonomi, sosial, lingkungan dan fisik yang pada akhirnya berdampak signifikan terhadap kerentanan masyarakat menghadapi ancaman bencana dan perubahan iklim. Demi menyadari hal tersebut, maka PDPT dikembangkan dengan berorientasi pada Community Based Development. Artinya, masyarakat secara kelembagaan bukan hanya menjadi obyek pengelolaan tetapi juga didorong untuk menjadi pelaku pengelolaan kawasan pesisir. Tujuannya adalah untuk memampukan kelembagaan masyarakat mengelola kawasan mereka sendiri secara mandiri dan berkelanjutan.

Kios Usaha Bersama KMP Mina DayaProgram PDPT tahun 2012 sudah memberikan dampak yang positif bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Kulon Progo. Seiring dengan berkembangnya kegiatan perikanan baik budidaya maupun pengolahan, usaha pemasaran dibidang perikanan masih sangat minim dijumpai di Desa Banaran, Karangsewu maupun Bugel. Oleh karena itu, potensi dan peluang yang bisa digali masih cukup besar. Namun untuk mendukung usaha pemasaran tersebut tentunya membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai salah satunya adalah Kios Usaha Bersama yang masuk dalam Bina Usaha. Adanya Kios Usaha Bersama akan mempermudah terjadinya transaksi antar penjual dan pembeli. Pembangunan sarana pemasaran dalam bentuk Kios Usaha Bersama dimaksudkan sebagai salah satu penunjang usaha pemasaran hasil perikanan. Selain itu, dapat mempermudah transaksi penjualan produk perikanan dan meningkatkan tingkat perekonomian anggota kelompok. Foto disamping merupakan salah satu aktivitas di Kios Usaha Bersama KMP Mina Daya, yang memasarkan hasil pengolahan produk perikanan dan pakan ikan.

Papan Informasi TsunamiBencana alam seperti gempa atau tsunami bisa terjadi kapan saja, oleh karena itu diperlukan sarana dan prasarana untuk mendukung penanggulangan bencana sehingga dapat meminimalisir korban. Salah satunya adalah dengan membuat plang petunjuk arah jalur evakuasi dan papan informasi yang masuk dalam Bina Siaga Bencana dan Perubahan Iklim. Adanya plang petunjuk arah, akan memudahkan masyarakat mengetahui ke arah mana harus melakukan evakuasi apabila terjadi bencana, misalnya tsunami. Sedangkan papan informasi adalah sebuah sarana informasi yang berisi tentang informasi-informasi kebencanaan yang bisa diakses oleh masyarakat, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan mengenai bencana dan dampak perubahan iklim yang diharapkan pula dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam penanggulangan bencana dan dampak perubahan iklim.

Cemara UdangGreenbelt” di kawasan pesisir Kabupaten Kulon Progo salah satunya adalah dengan melakukan penanaman pohon cemara udang. Apabila terjadi bencana, misalnya tsunami, pohon-pohon pantai tersebut dapat menahan derasnya air yang masuk ke daratan sehingga diharapkan dapat memperkecil dampak terjadinya bencana terutama tsunami dan gelombang pasang. Selain itu pohon pantai juga bermanfaat untuk mengatasi abrasi pantai. Walaupun dampak penanaman itu belum bisa kami rasakan sekarang, tapi kami optimis dalam jangka waktu 5 – 10 tahun mendatang bumi pesisir Kulon Progo akan menghijau. Amin. Sukses dan Salam Tangguh…!!!

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 21, 2013 in Kab. Kulon Progo

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: